Tarbiyah Dzatiyah - Abdullah bin Abdul Aziz Al-Aidan


Judul Buku : Tarbiyah Dzatiyah
Judul Asli : At-Tarbiyah adz-dzatiyah ma’alim wa taujihat
Penulis : Abdullah bin Abdul Aziz Al-Aidan
Penerjemah : Fadhli Bahri, Lc
Penerbit : An-Nadwah, Jakarta
Tahun : 2002
Ukuran Buku : 96 ha1; 1,5 cm x 17,5 cm
ISBN : 979-3180-06-4


Ringkasan Buku:

Bab I. Defenisi Tarbiyah Dzatiyah

Tarbiyah dzatiyah adalah sejumlah sarana tarbiyah (pembinaan), yang diberikan orang Muslim, atau Muslimah, kepada dirinya, untuk membentuk kepribadian islami yang sempurna di seluruh sisinya; ilmiah, iman, akhlak, sosial, dan lain sebagainya, dan naik tinggi ke tingakatan kesempurnaan sebagai manusia. Atau dengan kata lain, tarbiyah dzatiyah adalah tarbiyah seseorang terhadap diri sendiri dengan dirinya sendiri. Dengan defenisi seperti itu, tarbiyah dzatiyah setara dengan tarbiyah jama’iyah (kolektif) atau forum-forum umum yang dikerjakan seseorang, atau ia geluti bersama orang lain, atau ia ter-tarbiyah (terbina) di dalamnya bersama mereka.

Bab II. Urgensi Tarbiyah Dzatiyah

1. Menjaga diri mesti didulukan daripada menjaga orang lain

Tarbiyah seorang muslim terhadap dirinya tidak lain adalah upaya melindunginya dari siksa Allah ta’ala dan neraka-Nya. “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim : 6)

2. Jika anda tidak men-tarbiyah (membina) diri anda, maka siapa yang men-tarbiyah anda?

Siapa yang men-tarbiyah seseorang saat ia berusia lima belas tahun, atau dua puluh tahun, atau tiga puluh tahun, atau lebih? Jika ia tidak men-tarbiyah diri sendiri, ia kehilangan waktu-waktu ketaatan dan moment-moment kebaikan.

3. Hisab kelak bersifat individual

Hisab pada hari kiamat oleh Allah ta’ala kepada hamba-hambaNya bersifat individual, bukan bersifat kolektif. “Dan setiap mereka datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri” (QS. Maryam : 95)

4. Tarbiyah dzatiyah itu lebih mampu mengadakan perubahan.

Setiap orang pasti punya aib, atau kekurangan, atau melakukan kelalaian dan maksiat, baik maksiat kecil atau dosa. Jika masalahnya seperti itu, ia perlu memperbaiki seluruh sisi negatif pada dirinya sejak awal, sebelum sisi negatif tersebut membengkak. Dan seseorang tidak dapat meluruskan kesalahan-kesalahannya, atau memperbaiki aib-aibnya, dengan sempurna dan permanen, jika ia tidak melakukan upaya perbaikan ini, dengan tarbiyah dzatiyah, karena ia lebih tahu diri sendiri dan rahasianya.

4. Tarbiyah dzatiyah adalah sarana tsabat (tegar) dan istiqomah

5. Sarana dakwah yang paling kuat

Cara yang paling efektif untuk mendakwahi orang lain dan mendapatkan respon mereka ialah dengan menjadi qudwah (panutan) yang baik dan teladan istimewa, di aspek iman, ilmu, dan akhlaknya. Qudwah tinggi dan pengaruh kuat tersebut tidak dapat dibentuk oleh sekian khutbah dan ceramah saja. Namun, dibentuk oleh tarbiyah dzatiyah yang benar.

6. Cara yang benar dalam memperbaiki realitas yang ada.

Bagaimana kiat memperbaiki realitas pahit yang dialami umat kita sekarang? Dengan ringkas, langkah tersebut dimulai dengan tarbiyah dzatiyah, yang dilakukan setiap orang dengan dirinya, dengan maksimal, syumul (universal), dan seimbang. Sebab, jika setiap individu baik, baik pula keluarga, lalu masyarakat menjadi baik. Begitulah, akhirnya pada akhirnya realitas umat menjadi baik secara total, sedikit demi sedikit.

7. Karena keistimewaan tarbiyah dzatiyah

Urgensi tarbiyah dzatiyah lainnya ialah mudah diaplikasikan, sarana-sarananya banyak, dan ada terus pada orang muslim di setiap waktu, kondisi, dan tempat.

Bab III. Ketidakpedulian Kepada Tarbiyah Dzatiyah

1. Minimnya ilmu

2. Ketidakjelasan sasaran dan tujuan

3. Lengket dengan dunia

4. Pemahaman yang salah tentang tarbiyah

5. Minimnya basis tarbiyah

6. Langkanya murobbi (pembina)

7. Perasaan akan panjangnya angan-angan

Bab IV. Sarana-Sarana Tarbiyah Dzatiyah

1. Muhasabah

Melakukan muhasabah (evaluasi) terhadap dirinya atas kebaikan dan keburukan yang telah ia kerjakan, meneliti kebaikan dan keburukan yang ia miliki, agar ia tidak terperanjat kaget dengan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya pada hari kiamat.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr : 18)

Dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda : “Orang cerdas (berakal) ialah orang yang menghisab dirinya dan berbuat untuk setelah kematian. Dan, orang yang lemah ialah orang yang mengikutkan dirinya kepada hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (At-Tirmidzi)

Panduan muhasabah :

a. Urgensi muhasabah secara rutin

b. Skala prioritas yang penting

c. Muhasabah atas waktu

d. Ingat hisab besar

2. Taubat dari segala dosa

Panduan :

a. Hakikat dosa

b. Syarat-syarat taubat

c. Semua dosa itu kesalahan

d. Hukuman di dunia

e. Di antara trik jiwa kita

3. Mencari ilmu dan memperluas wawasan

4. Mengerjakan amalan-amalan iman

Antara lain :

• Mengerjakan ibadah-ibadah wajib seoptimal mungkin

• Meningkatkan porsi ibadah-ibadah sunnah

• Peduli dengan ibadah dzikir seperti membaca al-qu’ran dan berdzikir

Hal-hal penting antara lain:

• Urgensi shalat lima waktu, muslim hendaknya tetap konsisten mengerjakan shalat lima waktu dan serius menunaikannya secara berjama’ah di masjid, sesuai dengan rukun-rukun, kewajiban, dan sunnahnya pada waktunya sembari menjauhi kesalahan yang biasa dilakukan.

• Antara ibadah dan adat istiadat, menjadikan ibadah tidak sekedar rutinitas fisik tanpa ruh, hendaknya dilaksanakan dengan sepenuh hati dan jiwa kita

• Ilmu pengetahuan tidak cukup, ilmu saja tidak cukup jika tidak ditunaikan dalam amal perbuatan

• Kita tidak lupa dzikir kepada Allah

• Memanfaatkan sebaik mungkin saat-saat rajin

• Memanfaatkan sebaik mungkin waktu-waktu dan tempat-tempat mulia

• Urgensi tawazun (seimbang), melakukan ibadah dengan seimbang, tidak menelantarkan ibadah yang satu hanya karena melakukan ibadah yang lain

5. Memperhatikan aspek akhlak (moral)

Tarbiyah dzatiyah dalam aspek moral antara lain:

• Sabar

• Membersihkan hati dari akhlak tercela

• Meningkatkan kualitas akhlak

• Bergaul dengan orang-orang yang berakhlak mulia

• Memperhatikan etika-etika umum

6. Terlibat dalam aktivitas dakwah

• Merasakan kewajiban dakwah

“Katakan, ‘Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada Allah dengan hujjah yang nyata’.” (QS. Yusuf : 108)

• Menggunakan setiap kesempatan untuk berdakwah

• Terus-menerus dan tidak berhenti di tengah jalan

• Pintu-pintu dakwah itu banyak, cara berdakwah itu tidak hanya berceramah saja, melainkan senyum, perkataan yang baik, dan lain sebagainya itu merupakan dakwah

• Kerjasama dengan pihak lain atau dengan kata lain beramal jama’i’

7. Mujahadah (jihad/bersungguh-sungguh)

• Sabar adalah bekal mujahadah

• Sumber keinginan, mujahadah dan keinginan datang dari jiwa, ketekunan, dan membayar harganya sesuai dengan semestinya

• Bertahap dalam melakukan mujahadah

• Jadilah anda orang yang tidak lalai

• Siapa yang mengambil manfaat dari mujahadah?, anda adalah pihak pertama dan terakhir yang mengambil manfaat jika bermujahadah

8. Berdoa dengan jujur kepada Allah

Doa adalah permintaan seorang hamba kepada Allah, pengakuan ketidakberdayaan dan kemiskinan dirinya, pernyataan tidak punya daya dan kekuatan, serta penegasan tentang daya, kekuatan, kodrat, dan nikmat Allah

Rasulullah saw bersabda : “Iman pasti lusuh di hati salah seorang dari kalian, sebagaimana pakaian itu lusuh. Karena itu, mintalah Allah memperbaharui iman di hati kalian.” (diriwayatkan Ath-Thabrani dan sanadnya hasan)

Bab V. Buah Tarbiyah Dzatiyah

1. Mendapatkan keridhaan Allah dan surgaNya

2. Kebahagiaan dan ketentraman

3. Dicintai dan diterima Allah

4. Sukses

5. Terjaga dari keburukan dan hal-hal tidak mengenakkan

6. Keberkahan waktu dan harta

7. Sabar atas penderitaan dan semua kondisi

8. Jiwa merasa aman



-- mama, plz pray for us


Today I lose a daughter

But today I gain a son


I welcome both of you

To our family


We lead a simple life

In our family there are no expensive clothes

In our family you can not see expensive furniture

We do not have lavish styles

Because simplicity is our policy


We can afford it

But lavishness is not our way of life.

Besides there are extended families to feed

And there is the whole Ummah to support


It is not going to be the same for both of you after today

A home is not made for you

But a home is one that both of you build together


In building a home

There are things you agree

There are things you disagree

For things you agree, cooperate

For things you disagree, compromise


Always start with a positive footing

Create understanding

Always communicate

Practice tolerance

Have trust in one another


Above all

Allah, Allah’s pleasures

And everything that Allah pleases

Is what we should uphold.


mama.


think . ponder . evaluate

MUHASABAH - in search of the patches of experiences in our lives to be dissolved and improved

We cannot live on this earth with no laws. No orders. No judgments. Free. We will tend to do anything and waste our short live here. Not to forget, the angles are jotting down 'every letter that we say' and do. Thus, what we need is Muhasabah (self evaluation) of every good and bad deeds that we've done. Hopefully we are not surprised of what will be laid in front of us on the Day of Judgment.
Al-Quranil Kareem,
"O ye who believe! Fear God, and let every soul look to what (provision) He has sent forth for the morrow." (Al-Hasyr: 18)
Ibn Kathir explains the ayah above as, judge yourselve before you are judged! Look and evaluate at your good deeds that you have gather to be presented to Allah... Remember, Allah knows all your actions and conditions! Nothing is unknown by Him.

Hadis narrated by Tirmizi from Rasulullah s.a.w mentioned about sensible people evaluate themselves and prepare for death. While, those who are weak follow their own desires and dream for Allah.

Umar al-Kathab r.a. : "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang, kerana kalian lebih mudah menghisab diri kalian hari ini daripada kelak! (it is easier to evaluate ourselves now rather then Then - the Day of Hisab) Bersiaplah untuk menghadapi pertemuan terbesar. Ketika itu, kalian dipertemukan dengan Allah dan tidak ade sesuatu apa pun pada kalian yang tersembunyi."

Al-Hassan Al-Basri: "Seseorg sentiasa baik selagi ia punya penasihat dirinya sendiri dan muhasabah menjadi keinginannya." (we can be good or soleh, as long as we have the desire to muhasabah)

Let us look back our footsteps through this path and make the next step after thinking and evaluating the steps before. Make sure the next step we take leads to Allah s.w.t and His Redha (ultimate forgiveness).

[Tarbiyah Dzatiyah, Abdullah ibn Abdul Aziz Al-Aidan]

Allahu Ma'ie, Allahu Naadzari, Allahu Syaahidi..
Allah is watching me. Allah is my witness. Allah is with me!


Kehidupan (Inteam & Nazrey)




Penyanyi: The Zikr
Tajuk Lirik Lagu: Kehidupan

Kesenangan yang datang
Tak akan selamanya
Begitulah selepas susah ada kesenangan

Seperti selepas malam
Datangnya siang
Oleh itu waktu senang
Jangan lupa daratan

**
Gunakan kesempatan untuk kebaikan
Sebelum segalanya terlepas dari genggaman
Kelak menyesal nanti tak berkesudahan
Apa gunanya sesalan hanya menekan jiwa

Jangan difikir derita akan berpanjangan
Kelak akan membawa putus asa pada Tuhan
Ingatlah biasanya kabus tak berpanjangan
Setelah kabus berlalu pasti cerah kembali

Ujian adalah tarbiyah dari Allah
Apakah kita kan sabar ataupun sebaliknya

Kesenangan yang datang selepas kesusahan
Semuanya adalah nikmat dari Tuhan



In love?

Are you in love? LOVE is a pleasure; love is happiness and peace. Love makes your days blossom with flowers of merriment and flourish in beauty. It gives extraordinary power to strive on even though nothing is left. It pours calm and homely comforts to the soul… With love, life is destined to continue; "I can live on because of him…" Life is meaningful because of love. The power of love brings you gliding through the clouds on a flying carpet ride. Everything seems right, perfect and complete with the presence of love. Love is the secret behind the writers of love letters and romantic poems. Love is the hero of sacrifices eternally made throughout time.

Our beloved Prophet (P.B.U.H) highlighted love - Narrated by Abu Dharr: The prophet said: "The BEST of all actions is to LOVE for the sake of ALLAH and to hate for the sake of ALLAH" (Abu Dawud).

But wait! What about our love story with the "Number One Lover"? HE, who should be number one in all priorities of love of a Muslim. Have you ever wondered about it? Have you ever given a thought about this LOVE? Do you have this love? Are your sure of that love? Is it true that you love ALLAH more than anything? Allah … He who created man with LOVE and tender…

This is the actual strength that reshapes all your desires and feelings. This is the genuine strength that provides soul to everything that you are attracted to and have affection for. It becomes significant and it carries weight. You will never ever be rejected by this lover. This lover gives the best for His admirers, for this love is real. He is always there, watching and protecting His lovers from dawn to dusk, 25 hours a day and 8 days a week. He provides help to all needy. His bounties never run out. His helps are guaranteed. Ask and you will be given.

Do you realize that He really loves you? Why can't we love Him with all our hearts? Is there any uncertainty with His love, for all this while He is giving us health and wealth? Look around you and feel His love within. Your sight, taste, feelings and intelligence are out of His generosity. Above all, He gave us IMAN and ISLAM – the prime nikmat (gifts) of all.

Narrated by Anas: The Prophet said: "Whoever possesses the following three qualities will have the delights of faith: the one to whom ALLAH and His Apostle love dearer than anything else; the one who loves or hates a person only for the sake of ALLAH and one who hates to revert to Atheism (disbelief) in the same manner as he hates to be thrown into the hellfire" (Sahih Bukhari).

There is no significant love other than ALLAH's. Loving ALLAH is everything to a Mukmin as this love cannot be compared to any love on earth. Deep in the hearts of His lovers is the dire hope to see The Beloved One on the Ultimate day.

Seeking ALLAH’s love,

Ummu Salamah



Man needs to draw and design

Man needs to plan and design
But for the Al-Mighty,

Let it Be! we can see many beautiful places

Let it Be! becomes the beautiful flowers

Let it Be! there's a sweet smile from a son

Intelligent Design,
in other words Creation In order to create,
ALLAH has no need to design

Harun Yahya reminds us:

It’s important that the word “design” be properly understood. That God has created a flawless design does not mean that He first made a plan and then followed it [ we human does this, don't we? because we are just His creations. We have many weakness.. We can't compare with HIS mightiness ].

God, the Lord of the Earth and the heavens, needs no “designs” in order to create. God is exalted above all such deficiencies. [ He has no weakness, He is Almighty ALLAH]

His planning and creation take place at the same instant. Whenever God wills a thing to come about, it is enough for Him just to say, "Be!" [Kun fa ya kun!]

As verses of the Qur’an tell us:
His command when He desires a thing is just to say to it, “Be!” and it is.
(Surah Ya Sin: 82)

[God is] the Originator of the heavens and Earth. When He decides on something, He just says to it, “Be!” and it is.
(Surat al-Baqara: 117)

Let it Be! He is the Creator and Designer of the whole universe.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers